coin oh coin

BASIC STORY

Suasana keseharian sebuah telepon umum yang terletak di dekat halte bis di pinggir jalan kota. Berbagai peristiwa mucul. Ada wanita yang lama sekali menelepon, waria yang ada janji dengan kekasihnya, lelaki yang patah hati, orang gila, preman, ibu-ibu, ABG sampai gembel yang tidur di halte bis. Cerita terus bergulir sampai telepon umum itu dirusak dan diambil penjahat boks koinnya.

***

PEMAIN

Cast of characters

WANITA

LELAKI 1

LELAKI 2

LELAKI 3

PREMAN

IBU 1

IBU 2

WARIA

LELAKI PATAH HATI

ABG 1

ABG 2

ABG 3

MALING 1

MALING 2

LELAKI YANG DIBENTAK

GEMBEL

ORANG GILA

PENJAHAT 1

PENJAHAT 2

FIGURAN

OPENING CREDITS

FADE IN

ESTABLISHING SHOT

HALTE BIS SIANG HARI pukul 13.00

Kesibukan sehari-hari di halte bis. Hiruk pikuk kemacetan metropolitan. Orang-orang sedang menunggu bis. Ada mahasiswa, karyawan, karyawati, anak-anak sekolah, pengamen, pedagang asongan, dll. Bis berhenti, mengangkut penumpang, bis jalan. Kamera kemudian fokus ke arah boks telepon umum yang terletak di pojok halte bis.

EXT. TELEPON UMUM

SEORANG WANITA SEDANG MENELEPON. DI TANGANNYA MEMEGANG SETUMPUK UANG LOGAM. DI BELAKANGNYA ADA TIGA ORANG LELAKI MENUNGGU DENGAN TIDAK SABAR.

Wanita

(sedang menelpon, nada suaranya cemas)

Gimana dong? Gue udah nunggu dari tadi lo nggak nongol-nongol? Payah lo! Dasar jam karet! (sambil memasukkan koin ke dalam telepon lagi) Gue kan udah bilang lo jangan ragu-ragu lagi deh! Lo pasti diterima. Yak, yak. Pasti. Masak gue bohong?

Lelaki 1

(berdiri di belakang wanita, bicara dengan temannya)

Sial! Ini cewek lama banget!

Lelaki 2

Iya, nih! Tuh, dia masukin lagi koinnya. Wah, bisa tambah lama nih.

Lelaki 3

Udahan, yuk! Bisa keriting nih nungguin dia!

Lelaki 1

Eh, eh. Tapi gue ada perlu nih. Please, tunggu dulu lah sebentar.

Lelaki 3

Alaah! Ngapain sih! Kalo mau nelepon nanti aja! Mau nelepon siapa sih? Santi ya?

Lelaki 1

(malu) Eh, iya.

Lelaki 2

Udahan deh. Kita cari telepon lain aja yuk….

EXT. TELEPON UMUM – SORE HARI

SEORANG PRIA HENDAK MENELEPON. GAGAL. SETIAP KOIN DIMASUKKAN, KELUAR TERUS. MARAH. DIGEBRAKNYA TELEPON ITU. KEMUDIAN DILETAKKAN KEMBALI GAGANGNYA DAN PERGI SAMBIL MENGGERUTU.

EXT. TELEPON UMUM-SORE HARI MENJELANG MAGHRIB

TIGA CEWEK ANAK ABG HENDAK MENELEPON. SAMBIL BERCANDA TERTAWA CEKIKIKAN SATU SAMA LAIN. CEWEK ABG PERTAMA MENELEPON.

ABG 1

(sambil tertawa cekikikan)

Halo, ini Andi ya?

(melirik ke temannya)

Eh, lagi ngapain lo?

(Tertawa-tawa lagi. Tak lama kemudian kaget.)

Lho? Kok mati sih? Eh, ada koin lagi nggak?

ABG 2

Ada, nih.

ABG 1

(Memasukkan uang logam. Mencoba menelepon lagi beberapa kali.Gagal)

Ya, gimana sih? Baru ngomong sebentar putus! Huh!

ABG 3

Udahan yuk! Dari tadi gue bilangin mendingan ke wartel aja!

ABG 1

Ah, nggak! Pokoknya gue mau coba lagi! Sini koinnya!

(Mencoba menelpon lagi. Gagal. Cemberut)

ABG 2

Tuh, kan! Gue kate juga ape! Udahan deh!

ABG 1

(Mengangkat bahu)

Ya, ayo deh.

EXT. TELEPON UMUM. MAGHRIB.

SEORANG LELAKI MENELEPON. WAJAHNYA MEMELAS. TAK LAMA KEMUDIAN IA MENANGIS. NAMPAKNYA SEDANG ADA MASALAH DENGAN PACARNYA.

Lelaki

Rita, please. Jangan marah, dong, sayang. Aku nggak mau kehilangan kamu. Swear, aku nggak pacaran sama dia. Jangan gampang percaya gosip dong. Rita, Ritaa!

Jangan putusin aku! Rita, Ritaaa!!! Halo, halo, halo??

(Meletakkan gagang telepon. Menangis sesenggukan dan kemudian berlalu.)

EXT. TELEPON UMUM MAGHRIB

SEORANG GILA DATANG. TERTAWA-TAWA SENDIRIAN. KAMERA FOKUS KE WAJAHNYA. IA TERTAWA SAMBIL MEMPERLIHATKAN GIGINYA YANG OMPONG. KEMUDIAN IA MENELEPON TANPA MEMASUKKAN KOIN. SUARANYA LANTANG.

Orang gila

Halo??? Ada Pak Burhan? Yak, yak, yak. Kiriman paketnya sudah saya terima. Yak, yak, yak. Apaa? Ok, ok! Merdeka, merdeka!!! Ok, ok. Selamat ulang tahun, semoga panjang umur! Bye, bye. Daaaggg!!!

(Menyeringai di depan kamera kemudian berlalu.)

SEORANG IBU MENELEPON. WAJAHNYA CEMAS. NADA SUARANYA PANIK DAN KELIHATAN TERBURU-BURU.

Ibu

Yeeem! Jemuran di rumah sudah diangkat? Makanya kamu jangan pacaran terus sama Mang Karso! Anak-anak gimana ? Baek? Bapak udah pulang? O, ya, ya. bentar lagi ibu pulang. Yak, yak, yak.

EXT. TELEPON UMUM 18.30

SEORANG LELAKI MENELEPON. SUARANYA MESRA. RUPANYA SEDANG BERPACARAN LEWAT TELEPON. BEGITU LAMA, SETIAP KALI SELESAI BICARA TERUS MEMASUKKAN KOIN. IBU DI BELAKANGNYA MENUNGGU DENGAN TIDAK SABAR, SEBENTAR-SEBENTAR MELIHAT ARLOJINYA. NGEDUMEL, KEMUDIAN BERLALU.

EXT. TELEPON UMUM. MALAM HARI PUKUL 19.00

SEORANG GEMBEL DATANG. PAKAIAN DEKIL. TANGANNYA MEMBAWA BUNTELAN. MELIRIK KE ARAH KAMERA DENGAN ACUH TAK ACUH. IA KEMUDIAN MERAIH GAGANG TELEPON. MEMASUKKAN KOIN. SETELAH TERSAMBUNG IA DIAM SAJA TIDAK BICARA APA-APA. SEMENTARA ITU SUARA DI UJUNG SANA TERDENGAR : “HALO? HALO? SIAPA INI? HALO?”

GEMBEL ITU DIAM SAJA. KEMUDIAN MELETAKKAN GAGANG TELEPON DAN BERLALU. IA BERJALAN KE ARAH HALTE BIS. MENGGELAR KORAN DAN TIDUR DI LANTAI HALTE ITU.

CUT TO

EXT. TELEPON UMUM PUKUL 19.30

SEORANG LELAKI BERKACA MATA HITAM, MEROKOK, JAKET KULIT, BERTATO DAN BERPENAMPILAN MENYERAMKAN. MERAIH GAGANG TELEPON, MEMASUKKAN KOIN DAN BICARA.

Preman

Pokoknya uang tebusan itu harus diserahkan malam ini juga! Dan jangan coba-coba panggil polisi mengerti? Kalau tidak nyawa anakmu akan segera kuhabisi, hahahaha!

MELETAKKAN GAGANG TELEPON. MELIHAT SEKELILINGNYA. MEMBUANG SISA PUNTUNG ROKOKNYA. SESEORANG YANG DARI TADI MENUNGGU DI BELAKANG DIPELOTOTINYA.

Preman

Apa lu liat-liat?? (menghardik)

Lelaki

Eeeh, nggak, nggak, Bang. Maap, maap….

LELAKI SERAM ITU BERLALU. LELAKI YANG TADI DIBENTAKNYA ITU KEMUDIAN MENATAP KE ARAH LELAKI ITU DI KEJAUHAN.

Lelaki

(ngedumel)

Huh!

MEROGOH SAKUNYA, MENGAMBIL UANG LOGAM DAN BUKU ALAMAT. KEMUDIAN MENELEPON. GAGAL, RUPANYA TIDAK TERSAMBUNG. KESAL DAN KEMUDIAN BERLALU.

EXT. TELEPON UMUM. MALAM HARI PUKUL 19.30

SEORANG WARIA MENELEPON. SUARANYA MERAYU.

Waria

Eh, jadi nggak? Gua tungguin lho di tempat biasaaa….OK, OK. Yuk, daaag!

EXT. TELEPON UMUM MALAM HARI PUKUL 24.00

SEORANG LELAKI MENELEPON. WAJAHNYA CEMAS, PANIK.

Lelaki

Pak, tolong, pak. Ada …ada….anu…nggg….aggghhh!!!

TIBA-TIBA DARI BELAKANG ADA YANG MEMUKULNYA. PINGSAN, KEMUDIAN DISERET.

Penjahat 1

Sst! Ada yang liat nggak?

Penjahat 2

Nggak, nggak! Aman, aman!

EXT. TELEPON UMUM. PUKUL 24.30

DUA ORANG ANAK MUDA .CELINGAK-CELIGUK.

Anak 1

Aman?

Anak 2

Siiip!

MULAI BERAKSI MERUSAK BOKS TELEPON. MENGELUARKAN KOINNYA. SETELAH SELESAI MEREKA BERGEGAS KABUR SAMBIL MEMASUKKAN UANG LOGAM KE DALAM TAS.

Anak 1

Gagang teleponnya sekalian?

Anak 2

(diam, berpikir sejenak)

Gimana ya? Ngg…ayo deh!

MULAI BERAKSI. SETELAH SELESAI BERGEGAS HENDAK PERGI. TIBA-TIBA ANAK 1 KAGET.

Anak 2

Awaaass!! Polisi!!!

DUA-DUANYA LARI TERBIRIT-BIRIT. SAYUP-SAYUP DARI KEJAUHAN TERDENGAR SUARA MENGHARDIK, “HEH, HEH! BERHENTI, BERHENTI!!! JANGAN LARI LO!!!!”

CUT TO

EXT. TELEPON UMUM. SUBUH.

FADE IN

EXT. TELEPON UMUM. PAGI HARI.

KEADAANNYA PARAH. GAGANGNYA HILANG. BODINYA RUSAK, BAHKAN TEMPAT KOINNYA BERLUBANG. KAMERA PELAN-PELAN MENJAUH. KEMBALI KE ESTAB.SHOT HALTE BIS. WAKTU BERJALAN. SUASANA HALTE MULAI RAMAI. SEPERTI BIASA KESIBUKAN METROPOLITAN DIMULAI KEMBALI. ORANG-ORANG MENUNGGU BIS.

CUT TO

KAMERA FOKUS KEMBALI KE TELEPON UMUM. SESEORANG WANITA HENDAK MENELEPON. SUDAH MENGAMBIL UANG DARI TASNYA. RUPANYA IA TAK MEMPERHATIKAN TELEPON UMUM ITU RUSAK. SETELAH SADAR TELEPON UMUM ITU RUSAK BERAT KESAL, NGEDUMEL DAN KEMUDIAN PERGI.

SEORANG LELAKI DATANG. BEGITU MELIHAT TELEPON UMUM RUSAK BERAT KAGET. MATANYA TERBELALAK DAN KEMUDIAN BERLALU SAMBIL NGEDUMEL.

SEORANG GILA LEWAT. CENGENGESAN. MELIHAT TELEPON UMUM YANG RUSAK. BICARANYA TIDAK JELAS. KADANG-KADANG MENGGODA ORANG YANG SEDANG LALU-LALANG. (BIG CLOSE-UP)DIA TERTAWA MENYERINGAI SAMBIL MEMPERLIHATKAN GIGINYA YANG OMPONG DI DEPAN KAMERA. KEMUDIAN BERLALU.

KAMERA FOKUS KE TELEPON UMUM YANG KONDISINYA RUSAK BERAT. LATAR BELAKANG SIANG HARI KEMUDIAN BERGANTI SORE HARI, BERGANTI LAGI MALAM HARI.

CUT TO

SELESAI

END CREDIT TITLE

diambil dari : cybersastra.net

2 Responses to “coin oh coin”

  1. hey Says:

    … nice article… keep in touch

  2. gombal_trendy Says:

    @ hey
    ….thanks…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: